Bandara Internasional Don Mueang (Sebelumnya Bandara Internasional Bangkok)

Bandara Internasional Don Mueang (Sebelumnya Bandara Internasional Bangkok) – Bandara Internasional Don Mueang, juga dikenal sebagai Bandara Internasional Bangkok Lama, secara resmi dibuka sebagai Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Thailand pada Maret 1914.

Bandara Internasional Don Mueang (Sebelumnya Bandara Internasional Bangkok)

donmueangairportthai – Bandara Internasional Don Mueang, juga dikenal sebagai Bandara Internasional Bangkok Lama, secara resmi dibuka sebagai Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Thailand pada Maret 1914. Bandara ini terletak 24 km di utara Bangkok. Penerbangan komersial mulai beroperasi dari bandara pada tahun 1924.

Baca Juga : Bandara New Deep South Thailand 

Don Mueang ditutup secara komersial pada September 2006, saat Bandara Suvarnabhumi yang baru dibuka di Bangkok, tetapi terus digunakan untuk penerbangan charter dan juga sebagai pusat perawatan pesawat.

Bandara ini dibuka kembali pada Maret 2007 untuk memudahkan lalu lintas penumpang dan memungkinkan perbaikan dilakukan pada landasan pacu yang retak di Bandara Suvarnabhumi dan juga untuk melanjutkan perluasan tahap kedua Bandara Suvarnabhumi. Setelah renovasi taxiway, Don Mueang kini digunakan untuk melayani 140 penerbangan domestik yang membawa 20.000 penumpang setiap hari.

Sebelum penutupan, Don Mueang adalah bandara tersibuk ke-18 di dunia dan tersibuk kedua di Asia berdasarkan volume penumpang. Pada puncaknya, pada tahun 2005, Don Mueang menampung 80 maskapai penerbangan, mengoperasikan 160.000 penerbangan yang melayani seluruh benua dan menangani 38.000.000 penumpang dan 700.000 ton kargo.

“Bandara Internasional Don Mueang juga dikenal sebagai Bandara Internasional Bangkok Lama.”

Bandara yang dibuka kembali sekarang digunakan oleh Thai Airways untuk penerbangan domestik non-koneksi dan dua maskapai berbiaya rendah Nok Airways dan One-Two-Go Airlines. Maskapai internasional telah menolak untuk pindah ke Don Mueang dan terus beroperasi di Bandara Suvarnabhumi.

Don Mueang dimiliki bersama oleh Pemerintah Thailand dan Angkatan Udara Kerajaan Thailand Don Mueang (RTAF). Ini rumah Pangkalan RTAF Don Muang dan juga Divisi Udara 1 RTAF.

Fitur terminal Don Mueang

Bandara Internasional Don Mueang memiliki tiga terminal. Terminal 1 dan 2 merupakan terminal internasional dengan masing-masing 124 dan 196 loket check-in. Terminal Internasional 1 digunakan untuk pesawat pemerintah dan charter, sedangkan Terminal Internasional 2 tidak aktif. Ada rencana untuk menggunakan Terminal 2 sebagai terminal low cost carrier (LCC) di masa depan. Terminal 3 digunakan untuk penumpang penerbangan domestik dan memiliki 43 konter check-in.

Terminal 1 meliputi area seluas 109.033m 2 dan memiliki kapasitas untuk menangani 16 juta penumpang per tahun. Area kedatangan seluas 28.469,39 m 2 , area keberangkatan 27.262,90 m 2 dan area transit 1.802,50 m 2 .

Terminal domestik terbentang di atas 22.226m 2 dan dapat menampung 4.500 penumpang per jam. Area kedatangan dan keberangkatan masing-masing adalah 5.623m 2 dan 8.433m 2 . Area umum dan persewaan lainnya di terminal ini berukuran 7.058 m.

landasan pacu

Ada dua landasan pacu – 21 R/03L dan 21 L/03R – dengan lapangan golf di antaranya dimiliki oleh RTAF. Pegolf diperingatkan oleh lampu merah setiap kali pesawat mendarat.

Runway 21 R/03L memiliki panjang 3.700 m dan lebar 60 m. Runway 21 L/03R memiliki panjang 3.500m dan lebar 45m. Landasan pacu terbuat dari beton aspal dan dapat mengoperasikan 60 penerbangan per jam.

Taxiway dan parkir pesawat

Don Mueang memiliki 23 taxiway dan 95 tempat parkir pesawat. Terdapat 25 tempat parkir dengan gerbang kontak di terminal penumpang internasional dan delapan tempat parkir dengan gerbang kontak di terminal penumpang domestik. 62 sisanya adalah tempat parkir terpencil.
“Bandara Internasional Don Mueang terhubung ke pusat kota Bangkok melalui Jalan Raya Vibhavadi Rangsit.”

Infrastruktur jalan dan kereta api

Bandara Internasional Don Mueang terhubung ke pusat kota Bangkok melalui Jalan Raya Vibhavadi Rangsit. Jalan tol Uttaraphimuk dan jalan tol memungkinkan penumpang mencapai pusat kota. Banyak layanan bus beroperasi antara Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang.

Sebuah jembatan jalan dari bandara menghubungkan ke stasiun kereta api di seberang jalan raya. Sebuah layanan kereta api menghubungkan ke stasiun Hua Lamphong ke pusat kota. Kereta berjalan setiap 30 menit dari stasiun bandara pada hari kerja.

Sejarah Don Muang

Sebelum penutupan tahun 2006, bandara ini dieja “Don Muang” dan membawa kode bandara IATA BKK. Setelah pembukaan Bandara Suvarnabhumi, ejaan diubah menjadi “Don Mueang”. Bandara ini sekarang membawa kode IATA baru DMK dan terus mempertahankan kode bandara ICAO (International Civil Aviation Code) lama VTBD.

Bandara Don Muang bertindak sebagai medan perang antara royalis dan pasukan pemerintah selama Revolusi Siam pada tahun 1932. Itu digunakan oleh Angkatan Darat Jepang selama Perang Dunia II. Bandara ini juga merupakan pusat komando dan logistik utama untuk Angkatan Udara AS selama Perang Vietnam.

Bandara ini telah menyaksikan beberapa bencana besar termasuk pembajakan penerbangan Garuda Indonesia ke Kolombo pada tahun 1981.